Rantai Motor
| TIPS & TRIK - Body & Chasis |
Banyak motormania meremehkan part ini. Ya, rantai penggerak roda. Maklum letaknya di bawah dan sering kotor. Jadi, males dibersihkan. Padahal, fungsinya penting, lo. Kebayang kan,
kalau peranti itu tak ada atau putus?
Tiga Standarisasi
Oke, biar enggak diabaikan, mending pahami dulu soal rantai ini. Intinya, rantai kudu punya tiga standardisasi; :
1. Rantai harus tahan gesekan dan ketahanan mulurnya rantai saat dipakai atau istilahnya wear resistance.
2. fatigue strength alias tahan menahan beban terus menerus saat rantai ditarik waktu motor dijalankan.
3. kekuatan menahan beban kala rantai ditarik dan dipengaruhi kekuatan mesin ketika mesin running (Tensile Strength).
Perkembangan Rantai

Masalah & Perawatan

Apa sih masalah rantai? “Biasanya kerusakan sering dialami pada bagian pin, bush dan roller, dikarenakan pelumasan yang salah atau telat kasih pelumas. “Biasakan tiap 500 km rantai diberi pelumas,” saran Eka Suradi mekanik Suzuki Sem Motor di Jl. Margonda Raya, Depok. Kerusakan lain, bisa terjadi di bagian mata gir akibat kesalahan saat menyetel kerenggangan rantai. “Kalo di bengkel resmi biasa dipatok kisaran 20-25 mm atau gampangnya selipatan buku-buku pada keempat jari tangan tambah ayah dua anak ini. Makanya kalo habis ganti ban kudu perhatikan kelurusan posisi antara gir depan-belakang. “Kalo enggak lurus, bisa bikin pendek umur pakai rantai, tuh!” jelasnya. Jika rantai telanjur minta ganti, cermati saat pemasangan rantai baru itu.

Misal klip penyambung rantai harus pakai yang baru juga. Dan pastikan bagian yang terbuka pada klip berbanding terbalik dengan arah rantai . Kalau cara pasangnya terbalik, klip pengunci bisa terlepas perlahan-lahan saat motor melaju tanpa disadari pengendaranya. Hal itu bisa terjadi karena arah lepasnya klip searah dengan arah putaran rantai,” tutup pria asli Sumedang, Jabar ini.
Sumber : http://www.otomotifnet.com
| Next > |
|---|






