Boleh Sambung Keteng, Asal?
| TIPS & TRIK - Body & Chasis |
Menyambung keteng pada motor yang sudah naik stroke, kerap dilakukan mekanik balap. Tak lain, guna menyesuaikan langkah setang seher yang semakin panjang, agar tenaga yang diperoleh tetap maksimal.
Apakah hal itu mampu bertahan lama atau berdampak negatif pada peranti lain? Nah biar jelas, mari tanya tuner yang biasa melakukan ini.
“Kita tak merekomendasi pemotongan ataupun menyambung keteng. Pasalnya kalau penyambungan tak benar dan tepat, sambungan baru akan lebih kaku serta alurnya tak sesuai alur sebelumnya,” kata Benny Rachmawan, technical development Mitra2000, di Lodan Center Blok G no. 2, Ancol, Jakut.
Tambah Benny, “Tapi bila hal ini tetap dilakukan, kembali lagi pada proses penyambungannya harus benar. Dikhawatirkan saat ada hentakan waktu mesin hidup, akan gampang putus dan bisa bikin berantakan onderdil lain.”

“Apabila tanggung, bisa tanpa potong maupun sambung keteng, yakni dengan cara menyesuaikan paking blok/paking head. Tapi hal ini akan berpengaruh terhadap kompresi di ruang bakar,” urai Agus, penggawang Matic Shop (MS) di Jl. HOS. Cokroaminoto No.11B, Ciledug, Tangerang, yang sudah biasa lakukan hal ini pada besutan matik langganannya.
Kalo keteng terlalu panjang, tebal paking bisa ditambahin, tapi konsekuensinya kompresi ruang bakar akan menurun dan sebaliknya. “Sesuai pengalaman selama ini, dengan cara menyambung, aman-aman saja dan tak bermasalah. Bahkan yang dipakai buat harian, sudah ada yang berumur 1 tahun lebih. Kuncinya di cara menyambungnya. Harus pas dan presisi,” imbuh Agus.
Trus selain karena stroke-nya tanggung, ada alasan lain? “Biayanya lebih irit, yakni cukup pakai potongan keteng bekas. Soalnya kalau beli baru biayanya juga agak mahal, sekitar Rp 50 ribuan. Selain itu, proses pemotongan dan penyambungannya tidak terlalu sulit,” ungkap Mansuri, punggawa Em-Push Motor (EP) di Jl. Raya Meruya Selatan No.37, Jakbar, yang biasa lakukan hal ini pada motor drag dan road-race garapannya.



“Oh ya, biar aman dan tidak lepas, penyambungannya harus tepat seperti semula. Jangan lupa, as/pengunci mata rantai dipantek/digencet lagi agar ngunci,” tutupnya.
Sumber : http://otomotifnet.com
| < Prev | Next > |
|---|






