Home Body Boleh Sambung Keteng, Asal?
User Rating: / 2
PoorBest 
TIPS & TRIK - Body & Chasis

Menyambung keteng pa­da motor yang sudah naik stroke,  kerap dilakukan mekanik balap. Tak lain, guna menyesuaikan langkah setang seher yang semakin panjang, agar tenaga yang diperoleh tetap maksimal.

Apakah hal itu mampu bertahan lama atau berdampak negatif pada peranti lain? Nah biar jelas, mari tanya tuner yang biasa melakukan ini.

“Kita tak merekomendasi pe­motongan ataupun menyambung keteng. Pasalnya kalau penyambungan tak benar dan tepat, sambungan baru akan lebih kaku serta alurnya tak sesuai  alur sebelumnya,” kata Benny Rachmawan, technical development Mitra2000, di Lodan Center Blok G no. 2, Ancol, Jakut.

Tambah Benny, “Tapi bila hal ini tetap dilakukan, kembali lagi pada proses penyambungannya harus benar. Dikhawatirkan saat ada hentakan waktu mesin hidup, akan gampang putus dan  bisa bikin berantakan onderdil lain.”


Biasanya, penyambungan ke­teng dilakukan untuk mengatasi ukuran stroke yang tanggung akibat modifikasi. Sehingga kalau pakai keteng lebih panjang, masih ada sisa sedikit. Sebaliknya, jika pasang yang agak pendek, malah kepanjangan (gbr.1).

“Apabila tanggung, bisa tanpa potong maupun sambung keteng, yakni dengan cara menyesuaikan paking blok/paking head. Tapi hal ini akan berpengaruh terhadap kompresi di ruang bakar,” urai Agus, penggawang Matic Shop (MS) di Jl. HOS. Cokroaminoto No.11B, Ciledug, Tangerang, yang sudah biasa lakukan hal ini pada besutan matik langganannya.

Kalo keteng terlalu panjang, tebal paking bisa ditambahin, tapi konsekuensinya kompresi ruang bakar akan menurun dan sebaliknya. “Sesuai pengalaman selama ini, dengan cara menyambung, aman-aman saja dan tak bermasalah. Bahkan yang dipakai buat harian, sudah ada yang berumur 1 tahun lebih. Kuncinya di cara menyambungnya. Harus pas dan presisi,” imbuh Agus.

Trus selain karena stroke-nya tanggung, ada alasan lain? “Biayanya lebih irit, yakni cukup pakai potongan keteng bekas. Soalnya kalau beli baru biayanya juga agak mahal, sekitar Rp 50 ribuan. Selain itu, proses pemotongan dan penyambungannya tidak terlalu sulit,” ungkap Mansuri, punggawa Em-Push Motor (EP) di Jl. Raya Meruya Selatan No.37, Jakbar, yang biasa lakukan hal ini pada motor drag dan road-race garapannya.

Masih ujar Mansuri. “Selama ini juga tidak bermasalah dan tidak ada yang putus di tengah jalan.” Mau tahu cara potongnya? Hampir sama seperti cara potong rantai gir. Tentunya juga memakai alat pemotong keteng khusus (gbr.2).

Langkah awal, posisikan as/pengunci mata rantai pada tonjokan alat (gbr.3), dilanjutkan memutar tonjokan yang menyatu ulir itu pakai kunci pas/ring 14 ke arah kanan (searah jarum jam) sampai as mata rantai lepas.

Lalu dilanjutkan memotong keteng lain yang akan dijadikan penyambung. Terus tinggal menyambung dengan cara kebalikan saat memotong. “Untuk Yamaha Mio yang sudah naik stroke 5 mm, biasanya saya pakai sambungan keteng 2-3 mata (gbr.4),” imbuh pria akrab disapa Suri ini.

“Oh ya, biar aman dan tidak lepas, penyambungannya harus tepat seperti semula. Jangan lupa, as/pengunci mata rantai dipantek/digencet lagi agar ngunci,” tutupnya.

 

 Sumber : http://otomotifnet.com

 
The comment was not found.: ArticleID=0; (Child ArticleID=98)
Please register or login to add your comments to this article.
Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
Banner
Banner
Banner