Home Mesin Fungsi oli di kendaraan bermotor
User Rating: / 2
PoorBest 
TIPS & TRIK - Mesin

Selama ini mungkin kita hanya tahu bahwa tugas oli hanya sebagi pelumas atau pelicin pada kendaraan bermotor. Ternyata selain sebagai pelumas, oli juga berfungsi sebagai pendingin dan pembersih mesin. Oke dari pada kelamaan ceritanya, mari kita bahas satu persatu. Marieeee mang....hiks hiks hiks

  1. Lubricant. Melumasi semua komponen yang bergerak jadi fungsi utamanya. Sistem lubrikasi yang baik harus mampu mendistribusikan oli ke semua komponen bergerak guna menghindari kontak logam ke logam, jelas A. Graham Bell dalam bukunya Four-Stroke Performance Tuning. Di dalam fungsi ini sifat kekentalan oli (viskositas) jadi ukuran, baik di suhu dingin ataupun panas. Viskositas yang baik dan stabil akan menjamin keberhasilan fungsi lubricating ini.
  2. Coolant. Oli mesin yang bersirkulasi di sekitar komponen mesin akan menurunkan suhu logam dan menyerap panas serta memindahkannya ke tempat lain. Sistem pendinginan mesin (udara maupun air) tak cukup buat meredam panas mesin. Sumber panas terutama berasal dari gesekan antarlogam di dalam mesin. Menurut Bell, temperatur kerja ideal sebuah oli ada di suhu 90° hingga 100° Celsius. Sayangnya, suhu ideal ini sulit didapat. Bahkan, menurut Bell, sanggup melonjak hingga 130° Celsius. Tenaga mesin bisa menurun jika suhu oli sudah di atas 105° Celsius, ulas penulis buku teknik laris yang sudah dicetak ulang hingga 12 kali ini. Pelumas sanggup mengurangi panas yang ditimbulkan dari gesekan antarlogam tadi. Oli dapat membuang panas dari komponen seperti bearing dan per klep, kata Bell lagi. Fungsi cooling ini terkait erat dengan fungsi lubricating, sehingga indikatornya bisa tercermin dari nilai viskositas. Sealant oli mesin akan membentuk sejenis lapisan film di antara piston dan dinding silinder. Karena itu oli mesin berfungsi sebagai perapat untuk mencegah kemungkinan kehilangan tenaga. Sebab jika celah antara piston dan dinding silinder semakin membesar maka akan terjadi kebocoran kompresi.
  3. Pressure absorbtion oli mesin meredam dan menahan tekanan mekanikal setempat yang terjadi dan bereaksi pada komponen mesin yang dilumasi.
  4. Cleaning (pembersihan)
    Proses pembakaran di dapur pacu pasti akan menimbulkan oksidasi di dalam mesin. Dalam bukunya, Bell menerangkan oksidasi ini timbul akibat munculnya oksigen di ruang bakar. Seperti kita tahu, oksigen adalah penyebab utama korosi pada logam. Kepala piston, ring piston dan katup adalah komponen yang kerap diserang kerak akibat proses oksidasi tersebut. Nah, cairan licin ini mampu mengeliminasi hal tersebut (meski tak bisa menghapus total) melalui zat aditif anti-oksidan yang dimilikinya. Zat ini mampu membersihkan bagian yang teroksidasi seirama dengan bekerjanya sebuah mesin. Sekaligus mencegah timbulnya karat. Selain itu, oli juga punya aditif anti-foam guna mencegah oli berbuih saat mesin berputar. Buih wajib dihilangkan agar tak timbul kadar oksigen yang berlebihan di dalam oli. K
    otoran atau lumpur hasil pembakaran akan tertinggal dalam komponen mesin. Dampak buruk 'peninggalan' ini adalah menambah hambatan gesekan pada logam sekaligus menyumbat saluran oli. Tugas oli mesin adalah melakukan pencucian terhadap kotoran yang masih 'menginap'.
Karena itu, oli mesin setelah melewati masa pakai tertentu akan mengalami perubahan warna menjadi hitam kelam. Selain fungsi pelumasan, oli mesin juga bertugas membersihkan sisa pembakaran yang bertumpuk pada dinding blok silinder. Pada dinding itu menempel unsur kimia seperti asam belerang dan hidrokarbon serta sisa bahan bakar yang tidak terbakar sempurna.

disarikan dari : tulisan  saudara Tjoe / SSFC (Suzuki Satria F150 Club) Bekasi

 
The comment was not found.: ArticleID=0; (Child ArticleID=104)
Please register or login to add your comments to this article.
Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
Banner
Banner
Banner