Home Mesin Mitos yang salah tentang pelumas 1
User Rating: / 0
PoorBest 
TIPS & TRIK - Mesin

Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Berikut adalah beberapa mitos yang banyak beredar di masyarakat dan karena pembahasan nya yang cukup panjang maka akan dibagi dalam beberapa bagian. Oke deh mari kita mulai :

1. Pelumas tidak boleh berkurang / menyusut
Sebagian besar masyarakat pelumas (pedagang oli , mekanik dan pengguna oli) mengharapkan kalau oli yang diisi 1 liter ketika diganti maka oli bekasnya harus diisi 1 liter lagi. Sungguh anggapan yang wajar. Namun benarkah demikian ? Tidak benar !!!
Oli yang digunakan di kendaraan bermotor bila dipakai harus berkurang. Mengapa demikian ?
Bila pelumas menjalankan tugasnya dengan benar maka setelah digunakan 2.000 hingga 10.000 km, oli tersebut harus berkurang. Bayangkan bahwa setiap gerakan piston naik memerlukan 1 tetes oli dan setiap gerakan piston turun memerlukan 1 tetes oli. Bila mesin kendaraan dinyalakan stasioner 1 menit saja dengan putaran rata - rata 1.000 rpm (rotation per minute) maka akan ada 1.000 langkah piston naik turun. Ini artinya diperlukan 1.000 tetes oli untuk melumasi gerakan piston tersebut. Sementara 1.000 tetes oli adalah setara dengan 125 cc pelumas.

Jadi dapat kita kalkulasikan secara sederhana bahwa 1 liter pelumas akan habis digunakan dalam waktu 8 menit pada putaran mesin kendaraan 1.000 rpm. Sungguh angka yang mengejutkan. Untung saja bahwa kemampuan enginering sudah sedemikian maju sehingga apa yang kita bayangkan bahwa 1 liter oli terkonsumsi dalam waktu 8 menit, tidak terjadi !
Secara teknis cylinder liner (landasan /lubang di mana piston bergerak naik turun) berbentuk alur-alur pelumas yang saling bersilangan namun karena ukurannya sangat kecil maka secara kasat mata kita melihatnya sebagai permukaan yang halus. Ketika piston bergerak naik, cincin oli piston mengangkat oli dan membasahi/menyiram seluruh permukaan dinding silinder. Ketika piston turun oli di dinding tersebut tertinggal dan akan terbakar. Gerakan piston yang naik turun menyapu dinding silinder dengan oli. Ini terjadi terus menerus, sehingga setiap kali langkah pembakaran berlangsung, ada saja oli yang terbakar dan menjadi asap lalu terbuang melalui knalpot.

Jadi mulai sekarang tinggalkan mitos bahwa pelumas tidak boleh berkurang. Dalam menjalankan tugasnya pelumas harus mengorbankan dirinya dan terbakar serta terbuang melalui knalpot agar piston dapat tetap meluncur mulus di atas permukaan dinding silinder. Selain oli mesin berkurang karena pengorbanan diri terbakar, oli juga berkurang karena menguap dan keluar melalui saluran pernafasan mesin.
Seberapa banyak konsumsi pelumas itu wajar? Seberapa banyak pelumas boleh berkurang/terkonsumsi ? Setiap design engine memiliki tingkat konsumsi pelumas yang berbeda.
Beda merek beda pula tingkat konsumsi, bahkan meskipun merek kendaraan sama tetapi jenis mesin/tipe mesin yang berbeda maka tingkat konsumsi pelumas juga berbeda.


disarikan dari : tulisanĀ  saudara Tjoe / SSFC (Suzuki Satria F150 Club) Bekasi

 
The comment was not found.: ArticleID=0; (Child ArticleID=105)
Please register or login to add your comments to this article.
Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
Banner
Banner
Banner