Mitos yang salah tentang pelumas 2
| TIPS & TRIK - Mesin |
Pada tulisan yang lalu telah dijelaskan tentang mitos yang salah bahwa "Oli Mesin tidak boleh berkurang". Mari kita lanjutkan kembali mitos yang salah tentang pelumas, yaitu sebagi berikut :Â
2. Pelumas Makin Kental Makin Baik
Kalau kita bicara oli mesin/engine oil maka kita harus menyadari bahwa oli mesin punya 4 fungsi utama yaitu
1. Melumasi bagian-bagian yang bergerak/bergesekan terhadap lainnya.
2. Membersihkan komponen-komponen mesin.
3. Menjadi perapat bagi piston dan dinding silinder.
4. Mendinginkan komponen-komponen mesin.
Kekentalan pelumas akan meningkatkan fungsi pelumas ke tiga fungsi, yaitu sebagai perapat. Tapi pelumas yang kental bukan pemindah panas yang baik. Jadi, fungsi mendinginkan mesin/kemampuan mendinginkan mesin berkurang. Bayangkan kita mempunyai 2 gelas kaca yang kuat. Gelas pertama berisi lem putih dan gelas kedua berisi air minum. Dengan menggunakan sendok makan kita aduk lem putih dan kita aduk juga air minum dengan sendok makan B . Ukuran sendok A dan B sama persis .
Setelah mencapai 50 putaran, tangan kita mulai capai mengaduk lem. Kita membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk mengaduk gelas berisi lem daripada mengaduk gelas berisi air minum.
Percobaan/eksperimen gelas tersebut merefleksikan apa yang terjadi di mesin mobil, mesin sepeda motor, mesin truk , dan kendaraan bermotor lainnya. Semakin kental oli yang kita gunakan semakin banyak energi mesin yang tersita/tercuri .
Untuk menggerakan mesin itu sendiri, oli yang encer lebih baik dalam hal sedikit mencuri/sedikit mengkonsumsi energi mesin. Mitos bahwa oli makin kental makin baik sebaiknya kita tinggalkan. Menambahkan oil additive/vitamin oli pada pelumas akan menambah kekentalan pelumas itu sendiri yang telah kita ketahui justru merugikan karena banyak energi hasil pembakaran yang terpakai untuk melawan kekentalan pelumas itu sendiri.
Perlu penulis tambahkan bahwa pelumas yang kental akan menimbulkan panas yang lebih tinggi bila kita aduk dari pada pelumas yang encer. Dalam implementasi di mesin mobil, pelumas kental akan menyebabkan temperatur mesin naik dan pada sebaliknya oli encer akan sedikit saja menimbulkan panas mesin. Ingat, 80 persen oil treatment/oil additive yang beredar di pasar adalah viscosity improver/pengental.
Selain sifat-sifat negatif dari oli kental, tentu saja oli kental memiliki sifat-sifat positif. Oli yang kental punya kemampuan menahan beban yang lebih baik ketimbang oli encer.
Oleh karena itu oli kental banyak digunakan untuk aplikasi gardan mobil. Truk dan bus besar, oli gardannya selalu menggunakan yang kental agar mampu menahan beban dan menghindari metal to metal contact. Sifat baik lain dari oli kental adalah kemampuannya meredam bunyi. Hati-hati menilai kendaraan bekas yang suara mesinnya halus, bisa jadi sebelum dijual olinya diisi dengan oli kental.
3. Pelumas bekas pada mesin 4-tak berwarna hitam itu jelek
Bagi pemilik motor 4 langkah, jangan panik dulu jika oli mesinnya cepat menghitam. Apalagi, baru saja ganti oli baru. Tetapi, jangan lantas menuduh oli yang digunakan palsu atau jelek kualitasnya. Masalahnya, karakter pelumas 4-tak memang lebih cepat hitam dibandingkan mesin 2-tak.
Ada dua faktor yang menyebabkannya. Faktor pertama, Karena adanya kebocoran gas dari proses pembakaran (blow by gas) menuju ruang poros engkol, ungkap Moch. Solihin, M.Kes, dosen Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta. Proses ini terjadi lantaran pada mesin 4-tak, selain bak transmisi dan kopling, ruang crank-as juga dipenuhi pelumas. Akibatnya, oli secara langsung terkontaminasi efek blow by gas. Berbeda dengan sistem pelumasan mesin 2-tak yang hanya melumasi transmisi dan kopling. Sementara ruang poros engkol terpisah dengan bak oli. Faktor kedua, karena saat penggantian oli kurang tuntas. Banyaknya komponen, seperti: transmisi, kopling, mekanisme katup dan dinding silinder, membuat oli masih tersisa di sela-sela komponen tersebut. Saat motor berjalan, ampasnya akan bercampur dengan oli baru. Hal ini yang membuat warna oli tidak bening.
Jadi, buramnya oli, tak semata mencerminkan kualitas pelumas 4-tak yang jelek. Perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak. Sebab indikator rusaknya mutu oli tidak mutlak karena warna. Tetapi lebih pada menurunnya tingkat kekentalan.
Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat teroksidasi (biasanya disertai dengan keluarnya asap hitam dari knalpot).
disarikan dari : tulisan saudara Tjoe / SSFC (Suzuki Satria F150 Club) Bekasi
| < Prev | Next > |
|---|






